✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️
✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️

Daftar sekarang

Webinar Langsung: Rahasia Membangun Roda Gila Pertumbuhan B2B2C yang Sukses
Simpan tempat Anda sekarang

Daftar Istilah Empuls

Glosarium Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketentuan Tunjangan Karyawan

Kunjungi Glosarium Sdm

Induksi

Induksi karyawan, juga dikenal sebagai orientasi karyawan, adalah proses mengintegrasikan karyawan baru ke dalam perusahaan dan budayanya. Proses ini biasanya melibatkan kombinasi orientasi, pelatihan, dan sosialisasi untuk membantu karyawan baru merasa diterima, mendapat informasi, dan siap untuk berkontribusi pada organisasi. 

Proses induksi biasanya dilakukan selama beberapa minggu atau bulan pertama masa kerja, dan tujuannya adalah untuk membantu karyawan baru menjadi anggota organisasi yang berfungsi penuh dan produktif secepat mungkin.

Apa yang dimaksud dengan induksi karyawan?

Induksi karyawan, juga dikenal sebagai orientasi karyawan, adalah proses mengintegrasikan karyawan baru ke dalam perusahaan dan budayanya. Proses ini biasanya melibatkan kombinasi orientasi, pelatihan, dan sosialisasi untuk membantu karyawan baru merasa diterima, mendapat informasi, dan siap untuk berkontribusi pada organisasi.

Dengarkan, kenali, berikan penghargaan, dan pertahankan karyawan Anda dengan perangkat lunak keterlibatan karyawan kami  

Mengapa induksi karyawan penting?

Induksi karyawan penting untuk beberapa alasan:

  1. Mengurangi tingkat perputaran karyawan: Program induksi yang dirancang dengan baik dapat membantu karyawan baru merasa didukung dan dilibatkan, yang dapat mengurangi tingkat pergantian karyawan.
  2. Meningkatkan produktivitas: Program induksi yang efektif dapat membantu karyawan baru untuk lebih cepat memahami pekerjaannya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerjanya.
  3. Meningkatkan kepuasan kerja: Pengalaman orientasi yang positif dapat membantu karyawan baru merasa lebih terhubung dengan organisasi dan budayanya, yang dapat berujung pada tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi.
  4. Meningkatkan retensi: Dengan menyediakan alat dan sumber daya yang dibutuhkan karyawan baru untuk menjadi sukses, program induksi dapat meningkatkan retensi mereka dalam organisasi.
  5. Membangun merek perusahaan yang positif: Pengalaman orientasi yang positif dapat membantu karyawan baru menjadi duta merek untuk organisasi, mempromosikannya kepada orang lain sebagai tempat yang tepat untuk bekerja.

Apa tujuan induksi bagi karyawan baru?

Tujuan induksi bagi karyawan baru adalah untuk memberi mereka informasi, pelatihan, dan dukungan yang mereka butuhkan agar berhasil dalam peran baru mereka dan agar dapat sepenuhnya terintegrasi ke dalam budaya perusahaan. Program induksi yang efektif dapat membantu karyawan baru:

  1. Memahami misi, nilai, dan budaya perusahaan: Program induksi memberikan kesempatan bagi karyawan baru untuk mempelajari misi, nilai, dan budaya perusahaan, serta memahami bagaimana peran mereka sesuai dengan organisasi yang lebih luas.
  2. Mempelajari tugas dan tanggung jawab pekerjaan mereka: Program induksi memberikan pelatihan dan sumber daya yang dibutuhkan karyawan baru untuk menjalankan tugas pekerjaan mereka secara efektif, seperti pelatihan tentang perangkat lunak, proses, dan prosedur khusus perusahaan.
  3. Mengenal rekan kerja mereka: Program induksi memberikan kesempatan bagi karyawan baru untuk bertemu dengan kolega mereka, membangun hubungan, dan merasa menjadi bagian dari tim.
  4. Merasa didukung dan percaya diri dalam peran baru mereka: Program induksi memberi karyawan baru dukungan, umpan balik, dan panduan yang berkelanjutan, yang dapat membantu mereka merasa lebih percaya diri dan sukses dalam peran baru mereka.

Apa saja komponen program induksi yang efektif?

Program induksi yang efektif harus mencakup komponen-komponen berikut ini:

  1. Komunikasi dan persiapan sebelum bergabung: Ini dapat mencakup pemberian informasi kepada karyawan baru mengenai perusahaan, peran mereka, dan apa yang diharapkan selama proses orientasi sebelum hari pertama mereka bekerja.
  2. Sesi orientasi yang ramah dan informatif: Sesi ini harus memberikan gambaran umum mengenai misi, nilai, budaya, dan harapan perusahaan terhadap perilaku karyawan. Sesi ini juga harus mencakup kebijakan dan prosedur penting, seperti peraturan kesehatan dan keselamatan, perlindungan data, dan perjanjian kerahasiaan.
  3. Pengenalan komprehensif terhadap kebijakan, prosedur, dan budaya perusahaan: Ini dapat berupa presentasi, aktivitas interaktif, dan video yang memberikan pemahaman mendalam kepada karyawan baru tentang misi, visi, dan nilai-nilai perusahaan.
  4. Pelatihan dan pembinaan khusus untuk pekerjaan: Pelatihan ini harus memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh karyawan baru untuk menjalankan tugas pekerjaan mereka secara efektif. Hal ini mungkin termasuk membayangi rekan kerja yang berpengalaman, menghadiri sesi pelatihan, atau menyelesaikan modul e-learning.
  5. Kesempatan untuk sosialisasi dan membangun hubungan: Ini harus mencakup kegiatan yang membantu karyawan baru mengenal rekan kerja mereka dan merasa menjadi bagian dari tim, seperti latihan membangun tim, acara sosial, atau rehat minum kopi secara informal.
  6. Pemeriksaan dan umpan balik secara teratur selama beberapa bulan pertama masa kerja: Hal ini akan memberikan karyawan baru dukungan dan panduan yang berkelanjutan saat mereka menyesuaikan diri dengan peran baru mereka. Hal ini dapat mencakup pertemuan rutin dengan manajer mereka, sesi umpan balik, atau tinjauan kinerja.

Berapa lama program induksi harus berlangsung?

Lamanya program induksi dapat bervariasi, tergantung pada perusahaan, posisi, dan kompleksitas tugas pekerjaan. Namun demikian, program induksi yang efektif umumnya harus berlangsung setidaknya selama beberapa minggu untuk memastikan bahwa karyawan baru memiliki waktu yang cukup untuk sepenuhnya memahami budaya, kebijakan, dan prosedur perusahaan, serta mempelajari cara melakukan tugas pekerjaan mereka secara efektif.

Beberapa perusahaan memiliki program induksi formal yang berlangsung selama jangka waktu tertentu, seperti 30 hari atau 90 hari, sementara perusahaan lain mungkin memiliki proses berkelanjutan yang berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan hingga satu tahun. Kuncinya adalah memberikan dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan karyawan baru agar sukses dalam peran mereka dan merasa terintegrasi ke dalam budaya perusahaan.

Survei denyut nadi karyawan:

Ini adalah survei singkat yang dapat sering dikirim untuk memeriksa pendapat karyawan Anda tentang suatu masalah dengan cepat. Survei ini terdiri dari lebih sedikit pertanyaan (tidak lebih dari 10) untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Ini dapat diberikan secara berkala (bulanan / mingguan / triwulanan).

Pertemuan empat mata:

Mengadakan rapat berkala selama satu jam untuk obrolan informal dengan setiap anggota tim adalah cara terbaik untuk mendapatkan gambaran sebenarnya tentang apa yang terjadi dengan mereka. Karena ini adalah percakapan yang aman dan pribadi, ini membantu Anda mendapatkan detail yang lebih baik tentang suatu masalah.

eNPS:

eNPS (employee Net Promoter score) adalah salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk menilai pendapat karyawan Anda tentang perusahaan Anda. Ini termasuk satu pertanyaan menarik yang mengukur loyalitas. Contoh pertanyaan eNPS meliputi: Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan perusahaan kami kepada orang lain? Karyawan menanggapi survei eNPS pada skala 1-10, di mana 10 menunjukkan bahwa mereka 'sangat mungkin' untuk merekomendasikan perusahaan dan 1 menandakan bahwa mereka 'sangat tidak mungkin' untuk merekomendasikannya.

Berdasarkan tanggapan, karyawan dapat ditempatkan dalam tiga kategori berbeda:

  • Promotor
    Karyawan yang telah merespons positif atau setuju.
  • Pencela
    Karyawan yang bereaksi negatif atau tidak setuju.
  • Pasif
    Karyawan yang tetap netral dengan tanggapan mereka.

Apa saja praktik terbaik untuk merancang program induksi?

Berikut ini adalah beberapa praktik terbaik untuk merancang program induksi yang efektif:

  1. Mulailah dengan tujuan yang jelas: Identifikasi tujuan program induksi dan apa yang ingin Anda capai di akhir program. Hal ini akan membantu Anda merancang program dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik perusahaan dan karyawan baru.
  2. Kembangkan program yang komprehensif: Sertakan semua komponen yang diperlukan dari program induksi yang efektif, seperti orientasi, pelatihan khusus pekerjaan, dan kegiatan sosialisasi.
  3. Sesuaikan program dengan kebutuhan karyawan baru: Pertimbangkan latar belakang, pengalaman, dan keterampilan karyawan baru dan rancanglah program yang sesuai.
  4. Berikan dukungan yang berkelanjutan: Pastikan untuk memberikan pemeriksaan dan umpan balik secara teratur kepada karyawan baru selama masa orientasi, dan terus memberikan dukungan setelah masa orientasi awal.
  5. Gunakan berbagai metode pelatihan: Sertakan berbagai metode pelatihan, seperti modul online, pelatihan di tempat kerja, dan sesi di ruang kelas, agar karyawan baru tetap terlibat dan termotivasi.
  6. Gunakan teknologi untuk meningkatkan proses orientasi: Pertimbangkan untuk menggunakan teknologi guna menyediakan akses mudah ke informasi, materi pelatihan, dan sumber daya bagi karyawan baru, seperti portal online atau aplikasi seluler.
  7. Mengevaluasi dan meningkatkan program secara terus menerus: Kumpulkan umpan balik dari karyawan baru dan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan membuat perubahan yang diperlukan pada program induksi dari waktu ke waktu.

Tautan Cepat

Solusi Keterlibatan Karyawan
Daftar Istilah

Diakui oleh para pakar pasar