✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️
✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️

Daftar sekarang

Webinar Langsung: Rahasia Membangun Roda Gila Pertumbuhan B2B2C yang Sukses
Simpan tempat Anda sekarang

Daftar Istilah Empuls

Glosarium Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketentuan Tunjangan Karyawan

Kunjungi Glosarium Sdm

Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Pelatihan dan pengembangan karyawan mengacu pada proses peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan melalui program dan pengalaman belajar yang terstruktur. Tujuan dari pelatihan dan pengembangan karyawan adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan dan kemajuan karier.

Pelatihan dan pengembangan karyawan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk pelatihan di tempat kerja, pelatihan bergaya kelas, e-learning, bimbingan, pembinaan, dan lokakarya. Program pelatihan dan pengembangan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik karyawan dan departemen yang berbeda dalam organisasi.

Manfaat dari pelatihan dan pengembangan karyawan meliputi:

  • Peningkatan kinerja pekerjaan
  • Peningkatan kepuasan karyawan 
  • Peningkatan retensi karyawan
  • Layanan pelanggan yang lebih baik 
  • Mengurangi pergantian karyawan

Apa yang dimaksud dengan pelatihan dan pengembangan karyawan?

Pelatihan dan pengembangan karyawan mengacu pada proses peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan untuk meningkatkan kinerja pekerjaan mereka dan memungkinkan mereka untuk maju dalam karir mereka.

Apa perbedaan antara pelatihan dan pengembangan karyawan?

Pelatihan dan pengembangan sering kali digunakan secara bergantian, tetapi keduanya merujuk pada proses yang berbeda dalam konteks pertumbuhan dan pembelajaran karyawan.

Pelatihan adalah proses jangka pendek yang berfokus pada pengajaran keterampilan dan pengetahuan khusus yang dibutuhkan karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Pelatihan ini biasanya difokuskan untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam peran mereka saat ini dan dapat melibatkan aktivitas seperti pelatihan di tempat kerja, lokakarya, dan kursus e-learning. Tujuan utama pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja.

Di sisi lain, pengembangan adalah proses jangka panjang yang berfokus pada persiapan karyawan untuk peran dan tanggung jawab di masa depan dalam organisasi. Hal ini dapat berupa pemberian kesempatan kepada karyawan untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru, seperti program pengembangan kepemimpinan atau job shadowing. Tujuan utama pengembangan adalah untuk membantu karyawan tumbuh dan maju dalam organisasi.

Dengarkan, kenali, berikan penghargaan, dan pertahankan karyawan Anda dengan perangkat lunak keterlibatan karyawan kami  

Mengapa pelatihan dan pengembangan karyawan penting?

Pelatihan dan pengembangan karyawan penting untuk beberapa alasan:

  1. Peningkatan kinerja pekerjaan: Melalui program pelatihan dan pengembangan, karyawan dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat membantu mereka melakukan pekerjaan dengan lebih efektif. Hal ini dapat menghasilkan kinerja pekerjaan yang lebih baik, peningkatan produktivitas, dan kualitas pekerjaan yang lebih baik.
  2. Meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan: Karyawan yang diberi kesempatan untuk pelatihan dan pengembangan lebih cenderung merasa dihargai dan puas dengan pekerjaan mereka. Hal ini dapat mengarah pada tingkat retensi karyawan yang lebih tinggi dan tingkat pergantian karyawan yang lebih rendah.
  3. Layanan pelanggan yang lebih baik: Karyawan yang telah menerima pelatihan dan pengembangan lebih siap untuk menangani pertanyaan pelanggan dan memberikan layanan yang sangat baik. Hal ini dapat mengarah pada tingkat kepuasan dan kesetiaan pelanggan yang lebih tinggi.
  4. Peningkatan inovasi: Karyawan yang telah dilatih dalam teknologi atau teknik baru lebih mungkin untuk menjadi inovatif dan menghasilkan ide-ide baru yang dapat membantu organisasi tetap kompetitif.
  5. Pertumbuhan dan kemajuan karier: Program pelatihan dan pengembangan dapat membantu karyawan memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat membantu mereka meningkatkan karier mereka. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja.

Apa saja jenis program pelatihan dan pengembangan karyawan yang umum?

Ada beberapa jenis program pelatihan dan pengembangan karyawan yang dapat digunakan oleh organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan mereka. 

Beberapa jenis program pelatihan dan pengembangan karyawan yang umum meliputi:

  1. Pelatihan di tempat kerja: Jenis pelatihan ini melibatkan pembelajaran keterampilan atau teknik baru sambil melakukan pekerjaan yang sebenarnya. Pelatihan ini dapat mencakup bayangan pekerjaan, magang, dan pelatihan silang.
  2. Pelatihan bergaya kelas: Jenis pelatihan ini melibatkan program terstruktur berupa kuliah dan latihan di dalam kelas. Pelatihan ini dapat diberikan secara langsung atau online dan dapat mencakup berbagai topik.
  3. E-learning: Jenis pelatihan ini melibatkan penggunaan teknologi digital seperti video, webinar, dan kursus online untuk menyampaikan konten pelatihan kepada karyawan.
  4. Bimbingan: Jenis pelatihan ini melibatkan pasangan karyawan dengan mentor berpengalaman yang dapat memberikan bimbingan, dukungan, dan umpan balik.
  5. Coaching: Jenis pelatihan ini melibatkan sesi tatap muka antara karyawan dan pelatih, yang dapat memberikan panduan dan dukungan untuk mencapai tujuan tertentu atau meningkatkan kinerja.
  6. Lokakarya: Jenis pelatihan ini melibatkan sesi interaktif yang memungkinkan karyawan mempraktikkan keterampilan dan teknik baru dalam suasana kelompok.
  7. Pengembangan kepemimpinan: Jenis pelatihan ini berfokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan para manajer dan pemimpin dalam organisasi.

Bagaimana organisasi menentukan program pelatihan dan pengembangan apa yang akan ditawarkan?

Organisasi dapat menggunakan tinjauan kinerja, umpan balik karyawan, dan analisis kesenjangan keterampilan dan kebutuhan tenaga kerja di masa depan untuk menentukan program pelatihan dan pengembangan yang akan ditawarkan.

Siapa yang bertanggung jawab atas pelatihan dan pengembangan karyawan?

Meskipun departemen SDM dapat mengoordinasikan dan mengelola program pelatihan dan pengembangan, semua tingkat manajemen berbagi tanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawan memiliki akses terhadap pelatihan dan pengembangan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam peran mereka.

Bagaimana organisasi mengukur efektivitas program pelatihan dan pengembangan karyawan?

Organisasi dapat mengukur efektivitas program pelatihan dan pengembangan karyawan dengan beberapa cara:

  1. Umpan balik dari karyawan: Organisasi dapat meminta karyawan untuk memberikan umpan balik tentang program pelatihan dan pengembangan yang telah mereka ikuti. Hal ini dapat dilakukan melalui survei, kelompok fokus, atau wawancara individu. Umpan balik ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan membuat perubahan pada program pelatihan.
  2. Penilaian sebelum dan sesudah pelatihan: Organisasi dapat menggunakan penilaian sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh karyawan selama program pelatihan. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi efektivitas program pelatihan dan area-area yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.
  3. Metrik kinerja: Organisasi dapat mengukur dampak dari program pelatihan dan pengembangan terhadap metrik kinerja seperti produktivitas, kualitas kerja, dan kepuasan pelanggan. Hal ini dapat membantu menentukan laba atas investasi (ROI) program pelatihan.
  4. Retensi karyawan: Organisasi dapat mengukur dampak program pelatihan dan pengembangan terhadap tingkat retensi karyawan. Tingkat retensi yang lebih tinggi dapat mengindikasikan bahwa karyawan merasa puas dengan peluang pelatihan dan pengembangan yang disediakan oleh organisasi.
  5. Kemajuan karir: Organisasi dapat mengukur dampak program pelatihan dan pengembangan terhadap kemajuan karier karyawan. Hal ini dapat mencakup pelacakan promosi, pemindahan ke posisi baru, dan peningkatan tanggung jawab pekerjaan.

Seberapa sering program pelatihan dan pengembangan karyawan harus ditawarkan?

Frekuensi program pelatihan dan pengembangan karyawan tergantung pada beberapa faktor, termasuk tujuan organisasi, kebutuhan karyawan, dan sumber daya yang tersedia. Umumnya, program pelatihan dan pengembangan karyawan harus ditawarkan secara teratur untuk memastikan bahwa karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif.

Frekuensi pelatihan dapat bervariasi tergantung pada sifat pelatihan dan kebutuhan spesifik organisasi. Sebagai contoh, beberapa program pelatihan mungkin perlu ditawarkan setiap tahun atau dua tahun sekali untuk memastikan bahwa karyawan selalu mengikuti perkembangan standar industri atau perubahan peraturan. Program pelatihan lainnya, seperti program pengembangan kepemimpinan, dapat ditawarkan lebih jarang.

Survei denyut nadi karyawan:

Ini adalah survei singkat yang dapat sering dikirim untuk memeriksa pendapat karyawan Anda tentang suatu masalah dengan cepat. Survei ini terdiri dari lebih sedikit pertanyaan (tidak lebih dari 10) untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Ini dapat diberikan secara berkala (bulanan / mingguan / triwulanan).

Pertemuan empat mata:

Mengadakan rapat berkala selama satu jam untuk obrolan informal dengan setiap anggota tim adalah cara terbaik untuk mendapatkan gambaran sebenarnya tentang apa yang terjadi dengan mereka. Karena ini adalah percakapan yang aman dan pribadi, ini membantu Anda mendapatkan detail yang lebih baik tentang suatu masalah.

eNPS:

eNPS (employee Net Promoter score) adalah salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk menilai pendapat karyawan Anda tentang perusahaan Anda. Ini termasuk satu pertanyaan menarik yang mengukur loyalitas. Contoh pertanyaan eNPS meliputi: Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan perusahaan kami kepada orang lain? Karyawan menanggapi survei eNPS pada skala 1-10, di mana 10 menunjukkan bahwa mereka 'sangat mungkin' untuk merekomendasikan perusahaan dan 1 menandakan bahwa mereka 'sangat tidak mungkin' untuk merekomendasikannya.

Berdasarkan tanggapan, karyawan dapat ditempatkan dalam tiga kategori berbeda:

  • Promotor
    Karyawan yang telah merespons positif atau setuju.
  • Pencela
    Karyawan yang bereaksi negatif atau tidak setuju.
  • Pasif
    Karyawan yang tetap netral dengan tanggapan mereka.

Apa saja tantangan potensial dalam program pelatihan dan pengembangan karyawan?

Program pelatihan dan pengembangan karyawan dapat memberikan banyak manfaat bagi organisasi, namun juga dapat menghadapi beberapa tantangan, termasuk:

  1. Keterbatasan waktu dan sumber daya: Membuat dan memberikan program pelatihan yang efektif membutuhkan investasi waktu dan sumber daya yang signifikan, termasuk uang, peralatan, dan personil. Organisasi mungkin kesulitan mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk mendukung program pelatihan, yang dapat membatasi efektivitas program.
  2. Kurangnya keterlibatan: Karyawan mungkin menolak untuk berpartisipasi dalam program pelatihan, terutama jika mereka tidak melihat manfaat dari pelatihan tersebut atau jika mereka merasa bahwa pelatihan tersebut tidak relevan dengan tanggung jawab pekerjaan mereka. Hal ini dapat membatasi efektivitas program pelatihan.
  3. Kesenjangan keterampilan: Karyawan mungkin memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang berbeda-beda, yang dapat menyulitkan dalam merancang program pelatihan yang memenuhi kebutuhan semua karyawan. Karyawan yang telah memiliki keahlian tingkat tinggi mungkin tidak akan mendapatkan manfaat dari program pelatihan yang dirancang untuk pemula.
  4. Tindak lanjut dan penguatan yang terbatas: Program pelatihan dan pengembangan karyawan dapat menjadi sangat efektif ketika program tersebut diperkuat dari waktu ke waktu. Namun, organisasi mungkin kesulitan untuk memberikan dukungan dan penguatan yang berkelanjutan untuk program pelatihan, yang dapat membatasi dampaknya.
  5. Resistensi terhadap perubahan: Program pelatihan mungkin mengharuskan karyawan untuk mempelajari keterampilan baru atau beradaptasi dengan cara kerja yang baru, yang bisa jadi sulit dan tidak nyaman bagi sebagian karyawan. Resistensi terhadap perubahan dapat membatasi efektivitas program pelatihan.
  6. Mengukur efektivitas: Mengukur efektivitas program pelatihan dan pengembangan karyawan bisa jadi sulit. Organisasi mungkin kesulitan untuk mengidentifikasi metrik yang paling relevan dengan keberhasilan program pelatihan dan mengumpulkan serta menganalisis data untuk menilai dampak program.

Tautan Cepat

Solusi Keterlibatan Karyawan
Daftar Istilah

Diakui oleh para pakar pasar